MEDIA RUANG KABAR, 27 Mei 2026

Masjid Agung Nur Arafah kembali menjadi pusat kebersamaan dan kepedulian umat pada momentum Hari Raya Idul Adha 1457 H/2036 M. Tepat pada pukul 08.00 WIB, pelaksanaan pemotongan hewan kurban berlangsung khidmat dan penuh semangat gotong royong, sebelum akhirnya pembagian daging kurban dilakukan pada Ba’da Sholat Zhuhur kepada masyarakat sekitar masjid.

Dalam pelaksanaan kurban tahun ini, panitia berhasil mendistribusikan sebanyak 300 paket daging kurban yang berasal dari 2 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Kurban, Asep Effendi beserta jajaran panitia kurban, bekerja sama dengan pengurus Masjid Agung Nur Arafah yang diketuai oleh Muhammad Fadlan. Kegiatan ini juga mendapat perhatian dan dukungan dengan hadirnya H. Hendrik Muhammad Nur dari PT Pertamina.

Suasana kebersamaan dan rasa syukur begitu terasa di tengah masyarakat yang menerima pembagian kurban. Dengan sistem kupon yang telah dibagikan sebelumnya, proses distribusi berjalan tertib, aman, dan penuh kekeluargaan.

Dalam penyampaiannya, Ketua Pengurus Masjid Agung Nur Arafah, Muhammad Fadlan, mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan kurban tersebut meskipun jumlah pekurban pada tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Pelaksanaan pembagian dilakukan melalui kupon yang telah kami bagikan kepada masyarakat sekitar masjid sebanyak 300 kupon. Walaupun pada tahun ini jumlah pekurban mengalami penurunan, kami tetap bersyukur kegiatan kurban masih dapat berjalan dengan baik. Namun besar harapan kami adanya perhatian lebih dari pemerintah, baik terhadap kegiatan keagamaan seperti kurban maupun terhadap pembangunan fasilitas Masjid Agung Nur Arafah,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa Masjid Agung Nur Arafah merupakan salah satu masjid agung tertua di Kota Prabumulih yang telah berdiri sejak tahun 1998 dan hingga kini tetap aktif menjadi pusat kegiatan ibadah, sosial, dan pembinaan umat.

“Kami berharap masjid ini dapat terus berkembang, tetap hidup dengan berbagai aktivitas keagamaan, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Prabumulih,” tambahnya penuh harap.

Sementara itu, Ketua Panitia Kurban, Asep Effendi, mengatakan bahwa kegiatan kurban bukan sekadar proses penyembelihan hewan, melainkan bentuk nyata nilai spiritual, kepedulian sosial, dan persatuan umat Islam.

“Kegiatan ini merupakan wujud dari nilai spiritual dan keagamaan serta kebersamaan umat Islam. Kami berharap dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan seluruh unsur terkait agar kegiatan seperti ini terus berjalan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan kondusif hingga seluruh proses pembagian selesai. Momentum Idul Adha di Masjid Agung Nur Arafah tahun ini menjadi pengingat bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial harus terus dijaga, terlebih di tengah tantangan dan menurunnya jumlah pekurban.

Dengan semangat kebersamaan yang tetap terjaga, masyarakat berharap Masjid Agung Nur Arafah dapat terus menjadi cahaya persatuan umat dan memperoleh perhatian lebih demi kemajuan fasilitas maupun kegiatan keagamaannya di masa mendatang.

By Red, Natal IH Patty, C.IJ.,C.PW