MEDIA RUANG KABAR 
Prabumulih – 27 Mei 2026

Semangat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi terasa begitu hangat dan penuh makna di Masjid Al-Hikmah yang berlokasi di Jalan MAN 3, RT.02 RW.03, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih. 

Dalam suasana religius yang sarat nilai persaudaraan dan gotong royong, pengurus masjid bersama masyarakat melaksanakan kegiatan pemotongan hewan kurban sekaligus pembagian daging kurban kepada warga sekitar secara tertib, transparan, dan penuh kekeluargaan.
Pada pelaksanaan tahun ini, Masjid Al-Hikmah menyembelih sebanyak tujuh ekor hewan kurban yang terdiri dari lima ekor sapi dan dua ekor kambing. Hewan kurban tersebut berasal dari arisan jemaah Masjid Al-Hikmah serta arisan masyarakat RT.02, RT.03, dan RT.05 di lingkungan RW.03. Seluruh daging kurban kemudian dibagikan dalam 502 paket kupon kepada masyarakat sekitar, termasuk para pemulung sampah, pekerja bangunan yang turut membantu pembangunan masjid, serta warga yang membutuhkan.

Ketua Masjid Al-Hikmah, H. Muhammad Iswan, menyampaikan bahwa pelaksanaan kurban tahun ini merupakan bentuk nyata dari kekuatan kebersamaan masyarakat yang selama ini terus terjaga. Menurutnya, Idul Adha bukan sekadar ritual ibadah tahunan, melainkan momentum memperkuat solidaritas sosial dan menanamkan nilai pengorbanan, keikhlasan, serta kepedulian antarsesama.
Alhamdulillah, selama lebih dari lima tahun berdirinya Masjid Al-Hikmah, semangat masyarakat untuk berkurban tidak pernah surut. Bahkan dalam kondisi efisiensi anggaran sekalipun, masyarakat tetap istiqamah dan mandiri dalam melaksanakan ibadah kurban. Kami berharap ke depan pemerintah dapat hadir lebih dekat di setiap masjid, terutama dalam kegiatan keagamaan besar seperti ini,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari Lurah Gunung Ibul Barat yang turut hadir meninjau langsung pelaksanaan kurban. Dalam keterangannya, beliau mengapresiasi kekompakan warga dan menilai bahwa model kurban mandiri yang dilakukan Masjid Al-Hikmah layak dijadikan contoh bagi lingkungan lain.

Ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang sangat baik. Kekompakan warga, pengurus masjid, dan panitia menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih sangat kuat di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Masjid Al-Hikmah sekaligus Sekretaris Panitia Kurban, Budi Rahardjo, menuturkan bahwa kekuatan utama Masjid Al-Hikmah bukan hanya terletak pada jumlah hewan kurban, melainkan pada eratnya hubungan kekeluargaan antara pengurus, panitia, dan masyarakat.

Yang paling luar biasa di Masjid Al-Hikmah ini adalah momen ketika seluruh pengurus, panitia, dan masyarakat bisa duduk bersama, makan bersama, dan bermusyawarah bersama. Sebelum pelaksanaan kurban, para pekurban kami kumpulkan terlebih dahulu untuk meminta izin dan memastikan semuanya berjalan halal, terbuka, dan transparan. Karena ketika semuanya berasal dari masyarakat, dikerjakan bersama masyarakat, dan dibagikan kembali kepada masyarakat, maka rasa memiliki dan tanggung jawab untuk menjaga kebersamaan itu akan tumbuh dengan sendirinya,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pada tahun ini terdapat donatur yang membantu melengkapi jumlah hewan kurban agar target lima ekor sapi tetap tercapai.

Pada awalnya hanya terdapat dua pekurban sapi, namun kemudian digenapkan oleh Saudara Epri Oganda sebagai donatur yang selama ini sering membantu Masjid Al-Hikmah agar target kurban setiap tahun dapat terus tercapai,” tambah Budi Rahardjo.

Ketua Panitia Pelaksana Kurban Masjid Al-Hikmah, Muhammad Musadek, turut mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang selama lima tahun terakhir terus memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin pelaksanaan kurban.

Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas kepercayaan masyarakat. Walaupun hingga saat ini belum pernah ada bantuan hewan kurban dari pemerintah untuk Masjid Al-Hikmah, namun semangat masyarakat tidak pernah padam. Kami tetap kompak dan menjalankan semuanya dengan semangat kekeluargaan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Ketua RT.02 RW.03 Kelurahan Gunung Ibul Barat, Mulkan. Ia menilai bahwa kekompakan masyarakat dalam kegiatan keagamaan merupakan modal sosial yang sangat penting bagi lingkungan sekitar.

Setiap tahun masyarakat tetap solid, baik melalui arisan maupun dalam pelaksanaan kegiatan hari besar Islam seperti ini. Kami merasa sangat terbantu dengan kebersamaan warga dan bangga terhadap jemaah Masjid Al-Hikmah. Melalui kegiatan ini, masyarakat yang kurang mampu dapat terbantu dan terdata dengan baik di lingkungan RT.02, RT.03, dan RT.05. Harapan kami ke depan, pemerintah juga dapat hadir sebagai bagian dari pekurban di masjid ini,” ujarnya.

Terpantau di pelataran Masjid Al-Hikmah, masyarakat masih terus berdatangan untuk mengambil paket kurban yang dibagikan secara tertib dan transparan oleh panitia. Kegiatan yang melibatkan sekitar 60 orang pengurus masjid dan panitia kurban tersebut berlangsung lancar dengan nuansa religius, persaudaraan, dan nilai kemanusiaan yang begitu kental.

Idul Adha di Masjid Al-Hikmah tahun ini bukan sekadar tentang penyembelihan hewan kurban, melainkan tentang bagaimana nilai keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan mampu hidup di tengah masyarakat. Dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat—sebuah potret harmoni sosial yang menjadi cahaya penguat ukhuwah Islamiyah di Kota Prabumulih.

By Red, Natal Patty, C.IJ.,C.PW