MEDIA RUANG KABAR ,23 Juni 2026
Semangat pengabdian kepada masyarakat berpadu dengan nuansa akademik yang kental dalam kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) Praktek Kebidanan Komunitas yang diselenggarakan oleh Universitas Bhakti Pertiwi Indonesia Tahun 2026 di Kelurahan Pasar 2 Prabumulih, Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih, Selasa (23/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah, edukatif, dan penuh kehangatan tersebut dihadiri oleh Lurah Kelurahan Pasar 2 Prabumulih Hj. Eka Apriani, S.Pd., Kepala Puskesmas Pasar 2 yang diwakili oleh Laksmi Pratiwi Suminta, S.ST., Pembimbing Praktik Dr.bdn. Pipih Salanti, S.ST., M.KM., Ketua Masjid Agung Nur Arafah H. Muhammad Fadlan, S.Ag., para Ketua RW, puluhan mahasiswa Universitas Bhakti Pertiwi Indonesia, para kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta puluhan ibu-ibu yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Acara dibuka dengan penuh khidmat oleh Master of Ceremony Lia Widia Elara, S.Keb., dan Shinta, S.Keb. Kegiatan diawali dengan pembacaan doa oleh H. Muhammad Fadlan, S.Ag., kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh dirigen Fahrinda,S.Keb.

Suasana nasionalisme begitu terasa ketika seluruh peserta berdiri tegak menyanyikan Indonesia Raya yang kemudian dilanjutkan dengan Mars dan Hymne Universitas Bhakti Pertiwi Indonesia. Semangat kebersamaan, pengabdian, dan kecintaan terhadap bangsa seolah menyatu dalam momentum tersebut.

Ketua Panitia kegiatan MMD, Endah Purwosari, S.Keb., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

"Kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa ini bukan sekadar agenda akademik, melainkan wadah kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat untuk bersama-sama mengidentifikasi permasalahan kesehatan yang ada serta mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan. Kami berharap hasil kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan dan keluarga di Kelurahan Pasar 2," ujar Endah.

Sementara itu, Rektor Universitas Bhakti Pertiwi Indonesia, Dr.bdn. Hj. Lilik Susilowati, S.Keb., SKM., M.Kes., MARS., yang memberikan sambutan secara daring, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

"Kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa ini, mahasiswa belajar secara langsung memahami realitas sosial dan kesehatan di tengah masyarakat. Saya berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati, kepedulian sosial, dan komitmen untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati," tuturnya.

Lurah Kelurahan Pasar 2 Prabumulih, Hj. Eka Apriani, S.Pd., dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya kepada Universitas Bhakti Pertiwi Indonesia yang telah memilih wilayahnya sebagai lokasi kegiatan.

"Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat. Edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan kanker serviks merupakan hal yang sangat penting. Semoga melalui kegiatan ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan keluarga. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang," ungkapnya.

Perwakilan Kepala Puskesmas Pasar 2, Laksmi Pratiwi Suminta, S.ST., juga menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit.

"Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, termasuk IVA Test dan SADARI, menjadi langkah awal yang sangat penting dalam menurunkan angka kesakitan dan meningkatkan kualitas hidup perempuan. Kami mengapresiasi kegiatan ini karena mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat," katanya.

Sedangkan pembimbing praktik, Dr.bdn. Pipih Salanti, S.ST., M.KM., menekankan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

"Kegiatan ini mengajarkan mahasiswa untuk berpikir kritis, melakukan identifikasi masalah berdasarkan data, serta menyusun solusi yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Inilah esensi pendidikan kebidanan komunitas, yakni menghadirkan ilmu yang berdampak dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," jelasnya.

Memasuki sesi inti, peserta mengikuti pemaparan hasil survei lapangan dan identifikasi prioritas masalah kesehatan masyarakat yang dipandu moderator Espa Junita, S.Keb. Pemaparan disampaikan oleh Nelly Sartika, S.Keb., sementara materi edukasi mengenai IVA Test, SADARI, serta pencegahan kanker serviks disampaikan oleh Anita, S.Keb., dan Apriani Siska, S.Keb.

Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian yang paling menarik. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan seputar kesehatan reproduksi, deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara serta upaya menjaga kesehatan keluarga. Untuk meningkatkan partisipasi, panitia juga memberikan cendera mata berupa bingkisan kepada para ibu yang aktif bertanya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh Espana, S.Keb., yang merangkum berbagai hasil diskusi dan rekomendasi yang dihasilkan selama musyawarah berlangsung.

Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas dukungan seluruh pihak, panitia menyerahkan plakat penghargaan kepada Lurah Kelurahan Pasar 2, perwakilan Kepala Puskesmas Pasar 2, serta para tokoh yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Suasana keakraban semakin terasa ketika acara diakhiri dengan sesi peregangan bersama, pembagian door prize, foto bersama seluruh peserta, serta makan siang yang telah disiapkan panitia berupa bingkisan makan siang, Tidak hanya itu, para peserta juga menerima bingkisan dan bantuan beras untuk dibawa pulang.

Kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa Praktek Kebidanan Komunitas Universitas Bhakti Pertiwi Indonesia Tahun 2026 ini berlangsung dengan lancar, aman, dan kondusif. Lebih dari sekadar kegiatan akademik, kegiatan MMD menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat mampu melahirkan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Di tengah derasnya perkembangan zaman, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan akan mencapai nilai tertingginya ketika hadir dan memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat.

MEDIA RUANG KABAR 

Red by : Natal Patty, C.IJ.,C.PW